Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 November 2012

Bupati Garut Akan Dipanggil Gubernur Jabar Pekan Depan




Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akan memanggil Bupati Garut Aceng Fikri terkait kasus pernikahan singkat Aceng dengan Fany Octora (18).

"Ya mudah-mudahan minggu depan kita panggil," ujar Heryawan kepada wartawan usai acara pertemuan dengan ratusan pengawas benih tanaman di Gedung Pakuan, Jumat (30/11/2012).

Dia menjelaskan bentuk pertemuan tersebut akan berlangsung tertutup. Hal tersebut dilakukan agar Aceng bersedia dipanggil. "Kalau berlangsung terbuka, nantinya wartawan ngerubutin dan malah nggak jadi," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Heryawan akan memberikan nasihat-nasihat sebagai seorang pemimpin daerah. Hal tersebut sebagai bentuk pembinaan Gubernur kepada Bupati.

"Bentuk nasihatnya supaya tidak melakukan perbuatan seperti hal sekarang ini, supaya meminta maaf kepada masyarakat, menyelesaikan dengan yang bersangkutan, dan selalu memberikan keteladanan kepada masyarakat," bebernya.

Hingga kini, Heryawan mengaku sempat melakukan pembicaraan dengannya via telephone. "Saya baru kontak via telephone. Tentu dia menyesal karena dipandang buruk oleh masyarakat," jelasnya.

Menurut Heryawan, kasus yang melibatkan Aceng tergolong kasus perdata. Sebab, yang dipersoalkan terkait ganti rugi. "Kalau mau dipersoalakan karena ada yang merasa dirugikan, hal ini termasuk urusan perdata," pungkasnya

Sumber : Inilah

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Terimakasih Telah Berkunjung di Fhatrya Information
Jangan Lupa Komentarnya Yah 

 

Pernikahan Bupati Garut Akan Dibahas Dalam Sidang Dewan ???




Garut – Sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Garut mengusulkan kasus pernikahan siri dan singkat dilakukan Bupati Garut, Aceng HM Fikri dengan Fany Octora (18), menjadi pembahasan di siding dewan. 

Mereka menilai kasus tersebut isyarat jatuhnya etika dan keteladanan elit pemimpin di Kabupaten Garut dan dikhawatirkan menyebabkan anjloknya kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin.

Pandangan mereka atas kasus tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Garut di gedung DPRD setempat melalui Pandangan Umum masing-masing Fraksi tentang Pembahasan 6 buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), dan Permohonan Persetujuan DPRD tentang Pembangunan Pasar Limbangan, Kamis (29/11/2012).

Ketua DPRD Kabupaten Garut, Ahmad Bajuri mengaku, menerima usulan dari sejumlah fraksi agar kasus perkawinan siri dan singkat Bupati dibahas DPRD. Namun hal itu belum bisa dilakukan karena hanya baru empat fraksi dari 8 fraksi yang ada di DPRD Garut.

"Kita baru akan dapat membahasnya bila seluruh fraksi mengusulkannya. Sampai saat ini baru ada empat fraksi mengusulkan untuk membahasnya," ujar Bajuri.

Namun dia tak menyebutkan fraksi mana saja mengusulkan hal tersebut. Fraksi di DPRD Kabupaten Garut sendiri terdiri atas Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa-Gerakan Indonesia Raya (PKB-Gerindra), Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Bajuri sendiri enggan mengomentari persoalan yang kini membelit Bupati dan terus mendatangkan kecaman dan hujatan masyarakat dari berbagai kalangan itu

Sumber : Inilah

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Terimakasih Telah Berkunjung di Fhatrya Information
Jangan Lupa Komentarnya Yah 

 

Heboh .... Saat Upacara Korpri Bupati Garut Aceng HM Fikri Disambut Sorak dan Cemoohan




Kehebohan melanda kalangan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Garut saat upacara apel pagi Peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-41 di Lapangan Alun alun Garut, Kamis (29/11).

Entah siapa yang mengomandonya, saat memasuki lokasi upacara, persis sebelum menaiki podium upacara, Bupati Garut Aceng HM Fikri disambut sorak dan cemoohan yang datang serentak dari arah peserta upacara. Suara cemoohan kebanyakan dari kaum hawa.

Diduga sorak cemoohan tersebut berkaitan dengan kasus pernikahan Aceng dengan perempuan belia, Fany Octora, yang berumur singkat namun meninggalkan setumpuk persoalan berkepanjangan, seperti ramai diberitakan berbagai media massa akhir-akhir ini.
Sejumlah PNS perempuan peserta upacara mengaku teriakan serta cemoohan mereka terhadap Aceng HM Fikri berlangsung spontan. Hal itu mereka lakukan karena merasa malu atas perbuatan Aceng HM Fikri seperti diberitakan.

“Bagaimana kami merasa tidak malu ? Perbuatannya itu seolah menurunkan harkat dan derajat kaum perempuan," kata salah seorang PNS yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, tidak pantas seorang pemimpin daerah berkata tentang kasus kawin sirinya seperti ditayangkan media massa. Perkataannya itu tidak mencerminkan kewibawaan. Padahal itu berdampak tidak langsung terhadap aparat bawahannya di lingkungan PNS Garut.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Garut Aceng HM Fikri menyampaikan peringatan HUT KORPRI tahun ini merupakan momentum meningkatkan kinerja PNS sebagai abdi negara. "Juga sebagai momentum memperkokoh sikap netralitas dari anggota KORPRI, di mana saat ini akan dilaksanakan pemilihan kepala daerah, serta menghindari berbagai indikasi yang tidak diinginkan," ucapnya.

Dia berharap sebagai aparat birokrasi, para PNS di lingkungan Pemkab Garut dapat memberikan kenyamanan terhadap pelayanan kepada masyarakat

Sumber : Inilah


--------------------------------------------------------------------------------------------------

Terimakasih Telah Berkunjung di Fhatrya Information
Jangan Lupa Komentarnya Yah 

 

Rabu, 28 November 2012

Jokowi Dulu Kami Banggakan, Sekarang...




Terkait pengesahan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2013, yang dianggap memberatkan pengusaha, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dianggap Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) telah terjerumus.

Anggapan tersebut diungkapkan para anggota Apindo sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan Jokowi yang mengesahkan UMP DKI sebesar Rp 2,2 juta/bulan tanpa melihat kondisi usaha di Jakarta.
"Jokowi yang dulu kita banggakan sekarang telah terjerumus setelah menetapkan UMP DKI 2013, sebesar Rp 2,2 juta/bulan," kata Ketua Dewan Pengupahan Nasional Apindo Hasanuddin Rahman di Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Hasanuddin menilai, kenaikan UMP sebesar 44 persen, cukup memberatkan pengusaha. "Kalau begini bukan ga mungkin banyak perusahaan yang melepas tenaga kerjanya alias melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), pengangguran akan bertambah dan kesempatan kerja tertutup. Ini gila kan" ujarnya.
Selain itu, Rahman juga mengatakan kisruh yang dilakukan oleh para pekerja lebih diakibatkan karena tingkat pendidikan mereka yang minim. Sehingga mereka lebih mudah terprovokasi dan melakukan tindakan di luar batas kewajaran.

"Ulah serikat pekerja yang berkoar untuk menghapuskan outsourcing, tolak upah murah dan memberikan jaminan. Mereka gampang diprovokasi karena lemahnya pendidikan sehingga melakukan hal-hal diluar batas kewajaran seperti pemaksaan, penyegelan dan lain sebagainya," jelasnya.

Seperti diketahui pengesahan UMP DKI Jakarta sebesar Rp2,2 juta oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menuai pro dan kontra. Pengusaha menilai dalam pengesahan UMP Pemprov DKI Jakarta tak melihat kondisi usaha di Jakarta, bahkan terkesan 'main mata' dengan unsur buruh

Sumber : Inilah.com

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Terimakasih Telah Berkunjung di Fhatrya Free Download
Jangan Lupa Komentarnya Yah 

 

Selasa, 27 November 2012

Akhirnya Rombongan Anggota DPR Berangkat ke Gaza






Akhirnya Rombongan Anggota DPR Berangkat ke Gaza


Komisi I DPR bidang Pertahanan dan Luar Negeri akan segera bertolak ke Gaza dan negara-negara di sekitar Palestina pada Senin 26 November 2012 malam ini.
Komisi I akan membawa 12 orang dalam rombongannya yang terdiri dari anggota dewan serta wartawan untuk membawa misi perdamaian Palestina dengan Israel.

Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, mengatakan, perjalanannya tak langsung menuju Gaza. Tujuan pertamanya, adalah Kairo, Mesir. Di sana, rombongan itu akan bertemu dengan Perdana Menteri dan Komisi Luar Neger Parlemen Mesir. Kunjungan ke Mesir dilakukan karena negara itu dinilai memiliki peran yang semakin penting dalam mencari solusi konflik Palestina-Israel.

Dari Kairo, rombongan ini akan menuju Gaza dan direncanakan bertemu langsung dengan Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyya. Di Gaza, Komisi I akan mengunjungi rumah sakit bantuan rakyat Indonesia dan akan menyerahkan bantuan dana.

"Kami juga akan mengunjungi masyarakat Indonesia, melihat secara langsung kerusakan yang diakibatkan serangan Israel dan serahkan bantuan dari masyarakat Indonesia," kata Mahfudz.

Selanjutnya, rombongan Komisi I juga akan bertolak ke Amman, Yordania, untuk bertemu dengan Duta Besar RI di Amman yang juga membawahi Palestina untuk mengkonfirmasi rencana pemerintah membuka kantor perwakilan RI di Palestina. Keberadaan kantor perwakilan sangat penting artinya bagi penguatan dukungan politik Indonesia dan bagi eksistensi negara Palestina merdeka.

Di Amman, delegasi juga akan bertemu dengan ketua parlemen Palestina dan pejabat pemerintah Jordania. Kemudian, delegasi akan masuk ke Ramallah untuk bertemu dengan Presiden Mahmud Abbas dan parlemen Palestina.

Komisi I juga rencananya akan mendatangi Israel. Namun, Mahfuz mengakui pihaknya hingga saat ini belum melakukan komunikasi dengan pemerintah Israel. "Secara resmi kami belum ada pembicaraan dengan pemerintah Israel, tapi kami coba komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat yang beragam lintas agama dan lintas ideologi juga," kata Mahfudz. [VIVAnews ]



Terimakasih Telah Berkunjung di Fhatrya Free Download
Jangan Lupa Komentarnya Yah  



Minggu, 25 November 2012

Anggota DPR Banyak Yang Ingin Pergi Ke Palestina





Jakarta - Rombongan Komisi I DPR segera berangkat ke Palestina untuk menyerahkan bantuan. Karena mendapat banyak dukungan, anggota Dewan yang ingin berangkat pun terus bertambah.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PAN Muhammad Najib menerangkan, dukungan masyarakat semakin meluas terhadap langkah DPR. Berbagai bantuan pun sudah terkumpul.

"Lembaga amal dan ormas masih terus bekerja mengakomodasi aspirasi yang terus mengalir untuk membantu warga Palestina yang menderita akibat kebrutalan Israel," kata Najib dalam rilis kepada detikcom, Minggu(25/11/2012).

Najib yang juga masuk dalam rombongan ke Palestina ini menambahkan, PP Muhammadiyah akan menggelar acara amal malam nanti di Hotel Sahid, Jakarta. Bakal hadir Dubes Palestina untuk Indonesia Faris Mehdawi di acara tersebut.

"Anggota DPR semakin antusias dan semakin banyak yang ingin ikut serta meringankan beban warga Palestina. Karena pertimbangan teknis delegasi DPR akan berangkat bertahap. Semoga niat baik kita semua akan menjadi bagian dari amal kita," jelasnya.

Rencananya, rombongan pertama yang berangkat ke Palestina akan terbang pada Senin (26/11) malam.




Terimakasih Telah Berkunjung di Fhatrya Free Download
Jangan Lupa Komentarnya Yah 


Silahkan Isi Komentar Anda :