
Garut - Berbeda dengan kebanyakan elemen masyarakat dalam
menanggapi kasus kawin siri singkat Bupati Garut Aceng HM Fikri dengan
mengeluarkan komentar dan aksi unjuk rasa, baik pro maupun kontra,
komunitas seniman patung yang tergabung dalam Posstreatron merespons
kasus tersebut dengan menggelar patung perkawinan Bupati Aceng HM Fikri
di Jalan Ahmad Yani Garut Kota pada kegiatan Car Free Day, Minggu
(16/12).
Ada sebanyak 7 patung ditampilkan. Kendati tak
ada keterangan apapun mengenai patung maupun adegan diperankan. Namun
warga yang melihat dapat dengan mudah menebak bila ketujuh patung
menggambarkan sebuah adegan prosesi akad perkawinan.
Dengan serta
merta, pikiran warga penonton pun tertuju pada perkawinan siri Bupati
Aceng HM Fikri dengan perempuan di bawah umur asal Desa Dunguswiru
Balubur Limbangan yang menghebohkan itu. Tak ayal, para pengunjung area
Car Freeday kebanyakan kaum hawa antusias melihat patung-patung
tersebut.
Di antara mereka bahkan asyik mengabadikannya dengan
kamera tustel maupun kamera hand phone. Ketujuh patung beradegan tengah
menjalani prosesi akad perkawinan itu masing-masing diperankan Dido,
Dewi, Erna, dan Rosid selaku pendamping atau saksi, Agus sebagai
penghulu, serta Gian dan Citra selaku sepasang pengantin sedang mengucap
akad nikah.
Berbagai komentar pun meluncur dari mulut mereka. "Kang Aceng nuju nikah meni dipatungkeun. Leres. Sae kieu, supados masyarakat anu teu apal janteun apal
(Kang Aceng lagi nikah sampai dipatungkan begini. Betul. Bagus begini.
Supaya masyarakat yang tak tahu menjadi tahu)," celoteh Aminah (59),
asal Kampung/Desa Pasangrahan Kecamatan Cilawu.
Senada
dikemukakan Fairuz (20), warga Kecamatan Tarogong Kidul. Dia mengaku
salut atas kreativitas para seniman yang menuangkan penyikapan merekas
atas hebohnya kawin siri Bupati Aceng HM Fikri dalam bentuk adegan
perkawinan tersebut.
"Hebat. Meskipun tak ada tulisan atau
keterangan bahkan omongan apapun. Cukup setting tempat dengan adegan
masing-masing patung, kita sudah paham. Itu pasti soal kawin siri
Bupati," ujarnya.
Penilaian serupa tak jauh dengan dikemukakan
Seti (53), warga Komplek Narogong Kota Bekasi yang tengah berliburan di
Garut. PNS di Kota Bekasi asli Garut Kota itu mengaku kerap ditanya
rekan kerja dan tetangga di Bekasi soal perkawinan menghebohkan Bupati
Garut Aceng HM Fikri, serta perkembangan situasi dan kondisi terakhir
tanah kelahirannya, Garut.
Dia menyebutkan, nama Garut dan Aceng
HM Fikri sendiri menjadi terkenal dan menjadi bahan perbincangan di
mana-mana. "Sayangnya, terkenalnya yang negatifnya," ujarnya.
Seti
juga mengaku sempat terbersit keinginan berfoto bersama langsung dengan
Bupati Aceng HM Fikri karena penasaran dengan sosoknya yang fenomenal.
"Tapi itu tidak memungkinkan. Jadinya yang di foto rumah dinas pendopo,
dan patung ini. Ini mah foto pesanan," katanya sambil tersenyum.
Ketua
Komunitas Seniman Budayawan Posstreatron Garut Fachroe menyebutkan
kegiatan seni patung akan terus digelar hingga tepat dua abad Hari Jadi
Kabupaten Garut pada Februari 2013. Rencananya, patung-patung
ditampilkan akan genap 200 patung menggambarkan figur dari berbagai
kalangan olahragawan, seniman, pejabat, atau lainnya yang sedang menjadi
bahan perbicangan dan perhatian masyarakat.
dikutip dari Inilah.